Yahoo raja internet yang tersingkir
Sebelum Google menguasai dunia menjadi sebuah mesin raksasa pencarian informasi, dulu ada website yang lebih terkenal bernama Yahoo bahkan sampai terkenal nya saham Yahoo tembus mencapai harga 125 milyar dan Yahoo digunakan oleh jutaan manusia pengguna internet di seluruh dunia dan menjadi raja internet di jamannya.
Yahoo! adalah salah satu perusahaan internet terbesar di dunia yang didirikan oleh Jerry Yang dan David Filo pada Januari 1994. Mereka berdua adalah mahasiswa teknik di Universitas Stanford yang memiliki ide untuk membuat direktori situs web yang dapat diakses oleh publik.
Awalnya, mereka membuat daftar bookmark yang dikelompokkan berdasarkan subjek, lalu memasukkannya ke dalam web. Pada April 1994, mereka mengganti nama situs web mereka menjadi "Yahoo!", yang merupakan singkatan dari "Yet Another Hierarchical Officious Oracle".
Pada 18 Januari 1995, domain (tautan tidak tersedia) diresmikan, dan pada 2 Maret 1995, Yahoo! diresmikan sebagai badan hukum. Pada awalnya, Yahoo! hanya sebuah direktori situs web, tapi seiring waktu, mereka mengembangkan layanan lain seperti mesin pencari, email, dan berita.
Perkembangan Yahoo!
- 1997: Yahoo! mengakuisisi Four11, perusahaan komunikasi online, dan meluncurkan Yahoo! Mail.
- 1998: Yahoo! mengakuisisi (tautan tidak tersedia) dan meluncurkan Yahoo! Games.
- 2002: Yahoo! mengakuisisi Inktomi Corporation, perusahaan mesin pencari.
- 2005: Yahoo! mengakuisisi Flickr, perusahaan berbagi foto, dan meluncurkan Yahoo! 360°, layanan jejaring sosial.
- 2012: Marissa Mayer menjadi CEO Yahoo! dan melakukan restrukturisasi besar-besaran.
Kehancuran Yahoo!
Yahoo! runtuh karena beberapa faktor, termasuk konflik internal, masalah teknis, dan kesalahan strategi. Berikut adalah kronologi singkat tentang apa yang terjadi:
Kemunculan Google
Pada 1998, Google didirikan dan dengan cepat menjadi pesaing utama Yahoo!. Google memiliki algoritma mesin pencari yang lebih baik dan fokus pada inovasi, membuat Yahoo! kesulitan bersaing.
Kesalahan Strategi
Yahoo! melakukan beberapa kesalahan strategi, seperti:
- Menolak Membeli Google : Pada 1998, Yahoo! menolak membeli Google seharga $1 juta.
- Menolak Membeli Facebook : Pada 2004, Yahoo! menolak membeli Facebook seharga $1 miliar.
- Tidak Fokus : Yahoo! tidak fokus pada satu bidang, sehingga kesulitan bersaing dengan perusahaan lain.
Masalah Keamanan
Yahoo! juga mengalami beberapa masalah keamanan, termasuk:
- Kebocoran Data : Pada 2014, Yahoo! mengalami kebocoran data yang mempengaruhi lebih dari 500 juta pengguna.
- Peretasan : Pada 2013, Yahoo! diretas, sehingga lebih dari 1 miliar data pengguna tersebar.
Akhir raja internet yang tersingkir
Pada 2017, Yahoo! dijual ke Verizon seharga $4,48 miliar. Perusahaan ini kemudian digabung dengan AOL dan membentuk OATH .
Jadi, Yahoo! runtuh karena kombinasi dari kesalahan strategi, masalah keamanan, dan kesulitan bersaing dengan perusahaan lain.
- 2016: Yahoo! diakuisisi oleh Verizon Communications Inc. dengan nilai 4,83 miliar dollar AS.
- 2017: Yahoo! berganti nama menjadi Oath Inc., kemudian menjadi Verizon Media.
- 2021: Verizon Media diakuisisi oleh Apollo Global Management dan berganti nama menjadi Yahoo! lagi.
Yahoo! telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan sejak didirikan. Meskipun telah mengalami kehancuran, Yahoo! masih menjadi salah satu perusahaan internet terbesar di dunia .
